Nostalgia 2011: Dari Siswa yang Terpesona, Kini Menjadi Penjaga Aset Komputer Sekolah

 


Melihat deretan komputer di SMP Negeri 6 Pekalongan saat ini, ingatan saya sering terlempar ke masa-masa tahun 2011, 2012, hingga 2013. Masa di mana saya masih duduk di bangku SMP dan teknologi komputer sedang booming-nya.

Bagi generasi saya, tahun-tahun itu adalah awal mula jatuh cinta pada dunia IT.

Zaman Keemasan Lab Komputer Saya ingat betul, di tahun 2011-2013, masuk ke Lab Komputer itu rasanya seperti masuk ke ruangan paling mewah di sekolah. Bau ruangan ber-AC yang khas, bunyi kipas CPU yang menderu bersamaan, dan rasa bangga kalau bisa mengetik dengan cepat di Windows 7 atau sekadar main game bawaan seperti Solitaire dan Spider Solitaire saat istirahat.

Saat itu, punya flashdisk ukuran 4GB saja sudah merasa jadi orang paling keren di kelas. Kita rela antre di warnet sepulang sekolah hanya untuk mengunduh lagu atau sekadar memperbarui status di Facebook yang sedang ramai-ramainya.

Dari Minat Menjadi Kewajiban Siapa sangka, minat yang tumbuh saat SMP di tahun 2011-2013 itu kini menjadi garis hidup saya. Dulu saya adalah siswa yang mengagumi komputer dari jauh, sekarang saya adalah orang yang bertanggung jawab memastikan puluhan komputer di SMPN 6 Pekalongan tetap "sehat" dan bisa digunakan oleh adik-adik kelas.

Ada rasa tanggung jawab moral yang besar. Saya tahu rasanya jadi siswa yang sangat ingin belajar komputer namun terkendala jika perangkatnya rusak. Itulah kenapa, mengelola banyak aset komputer di sini bukan lagi sekadar pekerjaan bagi saya, tapi sebuah pengabdian.

Saya tidak ingin ada siswa yang kehilangan momen "ajaib" mengenal teknologi hanya karena komputernya tidak terawat.

Menjaga Amanah Zaman sudah berubah. Jika dulu di tahun 2013 kita masih memakai monitor kotak yang berat, sekarang teknologinya sudah jauh lebih maju. Namun, satu yang tidak berubah: rasa sayang saya pada mesin-mesin ini.

Setiap unit komputer yang saya data, setiap kabel yang saya rapikan, dan setiap sistem yang saya optimalkan adalah upaya saya menjaga aset negara agar tetap bermanfaat bagi masa depan anak-anak Pekalongan.

Memori Spesifik: Awal Mula 'Tangan Jahil' Beraksi "Saya masih ingat betul di tahun 2011, momen pertama kali saya memberanikan diri membongkar CPU milik sendiri/sekolah hanya karena penasaran bentuk RAM itu seperti apa—meskipun setelah dipasang lagi komputernya sempat tidak mau menyala dan membuat saya keringat dingin."

Perbandingan: Dulu vs Sekarang Jika diingat-ingat, perbedaan teknologi di SMP zaman saya (2011) dengan yang saya kelola di SMPN 6 Pekalongan sekarang (2026) sangatlah jauh:

FiturEra SMP Saya (2011-2013)SMPN 6 Pekalongan (Sekarang)
MonitorMasih banyak monitor tabung (CRT) yang berat dan panas.LED Monitor yang ramping dan hemat energi.
Media SimpanDisket sudah hilang, tapi Flashdisk 2GB masih jadi primadona.Sudah pakai Cloud Storage dan SSD yang kecepatannya berkali lipat.
InternetMenunggu loading gambar saja harus sabar ditinggal bikin teh.Full Fiber Optic, akses informasi cuma hitungan detik.
Sistem OperasiWindows XP atau awal-awal Windows 7.Windows 10/11 yang jauh lebih stabil dan canggih.


Posting Komentar

0 Komentar